} Lagu Tendangan Si Madun/GOOOL {
Nuril Huda, Nuril Huda itu Madrasahku, itu Gudepku
Sang Juara, Kita Sang Juara itu Tekat Kita, Harapan Kita
Soal Pramuka Kita Jagonye, Kalo Gak Percaye liat Aje
Ente ngejual, Kita Jagonye, Jangan Coba-coba Lawan Kite
Oooooohhhh....... Nuril Huda Teriakan Oooooohhh.....
Sorak Satukan Semangat Nuril Huda ku pasti Menang
Bersama teriakan Oooooooohhhhh.....
Sorak Satukan Semangat Nuril Huda ku pasti Jaya.....
Senin, 10 Februari 2014
Minggu, 09 Februari 2014
DO'A MUSLIM (TAWAKKAL)
NGALELAH
اللهم لامنع لما اعطيت ولامعطي لما منعت
ولا راد لما قضيت ولا ينفع ذاالجد منك الجد
ولا راد لما قضيت ولا ينفع ذاالجد منك الجد
اللهم لامضل لمن هديت ولاهادي لمن اضللت
ولامشقي لمن اسعد ت ولامسعد لمن اشقيت
ولامشقي لمن اسعد ت ولامسعد لمن اشقيت
ولا معز لمن اذللت ولامذل لمن اعززت
ولا رافع لمن خفضت ولا خا فض لمن رفعت
ولا رافع لمن خفضت ولا خا فض لمن رفعت
اللهم اهد نا لما امرتنا ووف لنا بما ضمنت لنا
من خيرى الد نيا والأخرة
وقو يقيننا فيما رجيتنا وانصرنا على اعدائنا في
الظا هر والبا طن
واسئلك اللهم بما سأ لك به خليلك ابراهيم عليه
السلام من النور واليقين
وما سأ لك به سيدنا ومولا نا محمد صلى الله عليه
وسلم من التصر والتو فيق انك حميد مجيد
LIRIK LAGU ZAUJATI
Lirik Lagu Zaujati
احبك مثلما انتى احبك كيفما كنتى
Uhibbuki mitsla maa anti Uhibbuki kaifa maa
Kunti
Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu
bagaimanapun keadaanmu
ومهما كان مهما صار انتى
حبيبتى انتى
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii
anti
Apapun yang terjadi dan kapanpun, Engkaulah cintaku
زوجتى انتى حبيبتى انتى
Zaujatii, Antii habiibatii anti
Duhai istriku, Engkaulah kekasihku
Duhai istriku, Engkaulah kekasihku
حلالى انت لا اخشى عزولا
همه مقتى
لقد اذن الزمان لنا بوصل غير
منبتى
Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu
maqti.
Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti
Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan
orang.
Kita satu tujuan untuk selamanya
Kita satu tujuan untuk selamanya
سقيت الحب فى قلبى بحسن
الفعل والسمت
يغيب السعد إن غبت ويصفو
العيش إن جئت
Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li
wassamti
yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti
yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya
perangaimu.
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap.
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap.
Hidupku menjadikan terang ketika kamu disana
نهاري كادح حتى إذا ما
عدت للبيت
لقيتك فانجلى عني ضناى
اذا ما تبسمت
Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti
Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti
Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti
Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah
menjumpaimu.
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum
تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمتى
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum
تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمتى
فأسعى جاهدا حتى احقق ما
تمنيتى
Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman
tabarromti.
Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti
Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan
berusaha keras.
Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan
Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan
هنائى انت فلتهنئى بدفء
الحب ما عشتى
فروحانا قد ائتلفا كمثل
الارض والنبت
Hanaa'ii anti faltahna'ii bidif-il hubbi maa
'isyti.
Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti
Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti
Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahaiaan
selamanya.
Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan
Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan
فيا أملى ويا سكني ويا
انسي وملهمتى
يطيب العيش مهما ضاقت
الايام ان طبتى
Fa yaa amalii wa yaa sakanii wa yaa unsii wa mulhimati.
Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti
Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku.
Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia
Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti
Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku.
Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia
MAKALAH I'ROB JAZM
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Dalam mempelajari ilmu Bahasa Arab, ada
beberapa hal yang penting untuk dipelajari dan salah satunya adalah Ilmu Nahwu
yang biasanya digunakan untuk mentarkib bahasa Arab. Oleh karena itu kami
menyusun makalah ini tentang ilmu nahwu yang lebih menjurus pada bab Tanda-tanda
I’rob Jazm.
Tanda-tanda
I’rob jazm hanya bisa memasuki pada I’rob Fi’il, karena dalam I’rob Isim tidak
menerima I’rob Jazm. Dengan kata lain, I’rob Isim tidak bisa dimasuki Amil yang Men- Jazm –kan.
I’rob
Jazm bisa men-Jazm-kan Fi’il Mudhori’ Dua yaitu Fi’il Mudhori’ Shohih Akhir dan
Fi’il Mudhori’ Mu’tal Akhir dan Fi’il-fi’il yang di Rafa’kan nya dengan Nun tetap (Af’alul Khomsah).
1.2. Tujuan
Tujuan
penyusun membuat makalah ini adalah untuk mempelajari ilmu Nahwu yang lebih
khususnya yaitu tentang Tanda-tanda I’rob Jazm dan memenuhi tugas Mata Kuliah
Bahasa Arab.
1.3. Rumusan Masalah
1.
Ada
berapa tanda-tanda I’rob Jazm?
2.
Dimana
sajakah yang dapat dimasuki tanda-tanda I’rob Jazm?
3.
Mengapa
I’rob Jazm hanya bisa masuk pada Kalimat Fi’il?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Tanda
I’rob Jazm
وللجزم علامتان السكون والحذف
I’rob Jazm mempunyai dua alamat
yaitu, sukun dan membuang.
Maksudnya:
I’rob Jazm itu mempunyai dua tanda yaitu, Sukun yang menjadi tanda pokok
dan Membuang (Menghilangkan) NUN pada Af’alul Khomsah dan Huruf
Illat pada Fi’il Mudhori’ Mu’tal Akhir.
Contoh:
1. Sukun yang menjadi tanda pokok pada Fi’il Mudhori’ Shohih Akhir :
لم ينصر , لم يضرب , لينفق , إن
تزر.
2.
Membuang
(Menghilangkan) NUN pada Af’alul Khomsah :
يفعلان = لم
يفعلا , تفعلان = إن تفعلا , يفعلون = ليفعلوا , تفعلون = لتفعلوا ,
تفعلين = لم
تفعلي
3.
Membuang
(Menghilangkan) Huruf Illat pada Fi’il Mudhori’ Mu’tal Akhir:
لم يرمي = لم يرم , لم يغزو = لم يغز , لم يخشىى = لم يخش
Dalam Nadhim Al ‘Imrithy :
والجزم فى الافعال بالسكون * او خذ ف حرف علة او نون
I’rob Jazm
|
> SUKUN
|
لم يعلم
إن تشرك
|
> MEMBUANG |
a. Huruf ‘Illat
لم يرم
إن يخش
|
b. Nun Rafa’
لم يفعلا
إن تفعلا
|
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi
Wasalam adalah rasul yang diberi mu’jizat oleh Allah yang amat berguna bagi umat manusia, bahkan sampai saat ini mu’jizat tersebut menjadi tuntunan bagi seluruh umat, barang
siapa yang mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya pasti akan selamat di
dunia maupun di akhirat dan barangsiapa yang melalaikan bahkan tidak mau memahaminya niscaya akan celaka,
mu’jizat itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kitab Suci Al-Qur’an yang turun melalui perantara malaikat Jibril secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW, kejadian tersebut
dinamakan Nuzulul Qur’an.
Ayat-ayat Al Qur’an tidaklah diturunkan sekaligus secara keseluruhan,
tetapi secara berangsur-angsur sesuai dengan keperluan yang ada. Surat-surat
yang diturunkanya pun tidak sama jumlah panjang dan pendeknya, terkadang
diturunkan sekaligus secara penuh dan
terkadang sebagian saja.
Secara
etimologis, Nuzulul Qur’an, berasal dari
dua kata, yaitu nuzul dan Al Qur’an.
Pada dasarnya ”Nuzul” itu mempunyai arti turunnya suatu benda (materi) dari
tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Akan tetapi “Nuzulul Qur’an”
tidak diartikan secara tekstual.
Allah
menurunkan Al Quran kepada Rasulullah melalui
3 tahap :
1.
Al-Quran diturunkan oleh Allah secara sekaligus ke Lauh Mahfudz.
2.
Al-Quran diturunkan dari Lauh Mahfudz ke Bait
al-Izzah
3.
Al-Quran diturunkan dari langit ke dunia kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril AS.
Setiap tahun umat Muslim di seluruh dunia baik di perkotaan maupun di pedesaan setiap bulan Ramadhan selalu melaksanakan peringatan Nuzulul Quran, yaitu memperingati atas turunnya Al-Quran
yang jatuh pada tanggal 17 Ramadhan
(bulan Februari 601) tiga belas tahun sebelum tarikh hijriyah dimulai. Al Quran terdiri dari 30 Juz, 114 Surat, 6666 ayat, 77.439
kata, 323.015 huruf.
Dengan demikian kejayaan Islam yang bersumber dari Al-Quran yang
kemudian melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan selanjutnya membentuk sebuah peradaban modern religius yang dapat diraih kembali sebagaimana telah diraih oleh
para pendahulu kita sesuai dengan catatan sejarah yang tidak dapat dipungkiri
oleh siapapun juga.
3.2. Penutup
Demikianlah makalah ini kami buat, kami
menyadari bahwa didalam makalah ini masih banyak kesalahan dalam penulisan
maupun dalam penyampaiannya. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat
kami harapkan guna perbaikan makalah kami dikemudian hari. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua dan pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
http ://www.google.nuzulul
qur,an.com/
©2008 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi
Keagamaan dan Kehumasan (http://riau1.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=310)
Langganan:
Postingan (Atom)